TOEIC, Tolok Ukur Standar untuk Kemampuan Berbahasa Inggris di Dunia Kerja
13/10/2015
Peran Penerjemahan di Era Global
23/11/2015

MEA 2016? SUDAH SIAPKAH KITA?

Dalam hitungan bulan kita akan dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). MEA merupakan kebijakan ekonomi negara-negara ASEAN untuk menghilangkan batasan bagi perpindahan tenaga kerja dan usaha bagi peningkatan perekonomian wilayah ASEAN. Dengan adanya MEA kita dituntut untuk menjadi individu yang siap bersaing dengan orang-orang dari berbagai negara. Tentunya banyak hal yang perlu kita siapkan, yang terpenting adalah kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan bahasa global.

Komunikasi global sangat terkait kemampuan berbahasa Inggris kita. Inipun menjadi tantangan SDM di berbagai perusahaan untuk bertahan dengan hadirnya kompetitor dari negara lain. Maka banyak perusahaan di Indonesia menjadikan kemampuan berbahasa Inggris, menjadi syarat utama dalam proses perekrutan maupun peningkatan karir.

Menurut data Worldwide Report 2014 oleh ETS kemampuan komunikasi bahasa Inggris orang Indonesia masih di bawah kategori minimum kemampuan basic work proficiency. Ini ditunjukkan dengan dengan skor rata-rata orang Indonesia pada tes TOEIC yaitu 421, berada di urutan ke-42 dari 44 negara. Padahal ukuran skor minimum kita dikatakan mampu berkomunikasi secara global adalah 605.

Bagaimana kemampuan bahasa Inggris kita? Sudah siapkah kita berkompetisi di ajang MEA?

Comments are closed.